Penelitian Lendir Kodok Untuk Hadapi Virus Flu

Penelitian Lendir Kodok Untuk Hadapi Virus Flu di lakukan oleh para peneliti dari AS, bertujuan menghasilkan obat flu yang ampuh. Virus flu merupakan virus yang sangat bandel cukup sulit di hilangkan, yang ampuh mengatasi virus flu saat ini hanyalah daya tahan tubuh kita.

Virus flu juga berevolusi menjadi virus jenis lain yang sangat kuat dan sulit di sembuhkan, yaitu virus H1N1 atau di sebut juga dengan flu burung. Dapat memnubuh manusia dengan cepat, sebab virus ini masih belum di temukan obatnya.

katak untuk mengobati fluPenelitian di lakukan pada lendir kodok yang langka yang hidup di India yaitu jenis kodod hydrophylax bahuvistara. Menurut peneliti lendir kodok ini berpotensi sebagai obat yang dapat membunuh virus tersebut.

Peneliti kini mencoba membuat vaksin dari lendir katak tersebut. Katak tersebut memproduksi senyawa bernama peptida. Peptida yang di hasilkan katak sebenarnya berbeda-beda, biasanya sangat di pengaruhi oleh habitatnya. Peptidda merupakan racun untuk pertahanan alami mereka, tapi sangat kebetulan sekali salah satu jenis katak dapat melawan strain flu H1N1.

“Pepsida dengan lendirnya memang menyatu tapi untuk memisahkan cukup mudah”. Ujar para peneliti.  Ketika di adu dengan sebuah strain flu di bawah mkroskip di tubuh tikus, peneliti menemukan 3 antara nya memiliki kemampuan untuk meredakan flu, bahkan diantaranya memiliki siafat not-toksik atau tidak berbahaya bagi sel manusia.

Peneliti menyebut pepsida yang tidak beracun pada manusia dengan sebutan  urumin. Para peneliti mengetes nya kepada beberapa virus berbahaya teramsuk h1h3, dapat memnubuh strain h1 nya tapi tidak membunuh strain h3 nya.

Belum di ketahui secara pasti kenapa uranim membunuh h1 nya saja, yang jelas penelitian ini sangat penting untuk ke depannya. Yang masih dalam proses penelitian adalah cara untuk memasukan senyawa tersebut ke dalam tubuh manusia, apakah di suntikan atau dengamn cara lainnya. Tim peneliti lain juga sedang mencari katak yang berpotensi untuk mengobai demam berdarah dan virus zika.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *